Kain fleece seperti apa, karakteristik, ciri dan contohnya


Fleece sendiri mempunyai arti bulu domba. Jadi kita sudah bisa simpulkan bahwa kain ini memang menyerupai bulu domba.

Jadi kain fleece adalah salah satu jenis kain tebal yang mirip dengan bulu domba atau kain woll. Seperti bulu domba, kain ini memiliki karakteristik tebal dan memiliki permukaan yang empuk karena sedikit berbulu dan hangat jadi sering digunakan untuk bahan pakaian seperti sweater dan hoodie dan produk seperti topi hangat dan selimut.

Apa bahan dasar kain fleece?

Sampai saat ini kain fleece memiliki dua bahan dasar serat kain yaitu oranik dan non organik. Bahan dasar serat organik terbuat dari bulu hewan sedangkan bahan non organik terbuat dari bahan serat sintetis atau serat buatan yang biasa dikenal dengan serat polyster (PE)

Bahan fleece sendiri dalam proses perbuatannya dicampur dengan beberapa bahan lain. Campuran ini bisa berupa katun, polyster, spandex dan lain sebagainya. Pencampuran bahan sendiri tergantung produk  yang akan digunakan.

Ada beberapa 9 jenis kain fleece ini yang sering digunakan untuk produk yaitu:

  1. Kain fleece polyethylene polyester (PE)
  2. Fleece cotton
  3. Fleece CVC
  4. Fleece spandex
  5. French terry
  6. Fleece polar
  7. Fleece micro
  8. Fleece sherpa
  9. Fleece bamboo

Mari kita bahas satu persatu ketuju jenis kain Fleece diatas

Baca Juga  BAHAN BALOTELLI seperti apa?

9 Jenis kain Fleece yang sangat populer

Dibawah ini adalah 7 kain fleece sangat populer bahan produksi di dunia tekstil

1. Kain fleece polyethylene polyester (PE)

Kain ini memiliki komposisi polyester lebih banyak jadi kain ini memiliki sifat seperti bahan polyster kebanyakan yaitu, agak panas, kurang menyerap keringat, mudah terbakar mudah terbakar. Namun kain fleece PE memiliki keunggulan yaitu tidak lembab, tampilan agak mengkilap dan cepat kering.

Fleece PE sangat populer digunakan untuk bahan berbagai produk karena memiliki harga yang murah dan tampilan yang tak kalah bagus dengan kain fleece lain.

2. Kain fleece katun

Fleece cotton adalah kain fleece yang dicampur dengan katun (kapas). Katun sendiri terbuat dari bahan alami jadi jenis kain fleece ini termasuk jenis yang bagus dan memiliki harga jual tinggi.

Fleece katun sangat adem dan halus pada kedua sisinya, oleh karena itu kain fleece ini sangat nyaman ketika dipakai sehingga sering digunakan untuk produk seperti jaket atau hoodie bermerk.

3. Kain fleece CVC

Bahan fleece CVC biasa juga dikenal dengan nama fleece cotton viscosa atau katun buatan (viscose). Yaitu kain fleece yang ada campuran katun sintetis sehingga tampilan dan karakter hampir sama dengan kain fleece katun namun karena terbuat dari katun sintetis jadi kain ini agak kasar.

Dilihiat dari segi kualitas dan kenyamanan ketika dipakai kain ini juga masih dibawah fleece katun, namun juga sering digunakan untuk produk seperti jaket atau pakaian murah (tidak brended).

4. Kain fleece spandex

Kain fleece yang terbuat dari campuran spandex sehingga kain flecee bisa melar seperti bahan kaos. Jenis ini sering digunakan untuk jaket olahraga di are dingin serta untuk produksi mainan.

Baca Juga  Kain MONALISA Seperti apa? Penjelasan singkat dan contoh gambar

5. French Terry 

Bisa terbuat dari campuran katun sintetis, 100% katun, rayon, atau PE. Terlihat seperti kain woven, tidak memiliki bulu namun tidak dapat disikat.

Kain jenis ini memiliki sifat ringan dan agak anti air.

6. Kain fleece polar

Jenis kain ini juga berasal dari campuran katun viscose atau katun sintetis, katun ori dan dan campuran bahan. Kain ini juga banyak digunakan sebagai bahan pengganti woll yang digunakan untuk berbagai macam produk dipasaran untuk menghangatkan badan seperti selimut, sweeter, jaket dan hoodie.

Kain fleece polar dibagi menjadi dua jenis, yaitu anti pil dan non anti pil.

Fleece anti pil adalah kain fleece polar dengan kualitas terbaik. Kain ini tidak menggulung atau muncul pil setelah dipakai dan dicuci beberapa kali.

Sedangkan fleece non anti pil adalah kain fleece yang memiliki kualitas lebih rendah. Kain ini akan muncul pil-pil kecil setelah dipakai dan dicuci beberapa kali. Biasa dibilang tekstur kain tidak bisa kembali seperti saat baru dibeli.

7. Kain fleece micro

Jenis fleece micro berbahan dasar sama dengan kain fleece polar. Bedanya fleece polar lebih tebal dari pada fleece micro.

Karena lebih tipis kain ini juga lebih ringan fleece polar. Fleece micro memiliki tekstur yang lembur sehingga banyak digunakan sebagai bahan dasar pakaian anak dan bayi, syal dan lain sebagainya.

8. Kain fleece sherpa

Bahan fleece sherpa terbuat dari campuran polyester (PE) namun memiliki bulu yang lebih panjang.

Fleece polar memiliki dua sisi yang berbeda, yaitu satu sisi memiliki tekstur bulu halus (tidak panjang) sedangkan sisi yang lainnya memiliki tekstur bulu lebih panjang.

Baca Juga  Bahan Moscrepe

Jenis ini banyak digunakan untuk produksi selimut.

9. Kain fleece bamboo

Jenis kain ini merupakan campuran anta fleece dan katun bamboo ( katun serat bambu).

Kain fleece ini juga sangat nyaman dipakai memiliki daya serap tinggi dan tahan terhadap sinar UV sehingga sangat banyak dipakai untuk bahan kaos atau t shirt.

Bahan fleece digunakan untuk apa?

Seperti yang saya katakan diatas tadi bahwa kain fleece lebih banyak digunakan untuk produk menghangat badan. Namun sekarang kain ini banyak digunakan untuk produk-produk pakaian lain.

Berikut penggunaan kain fleece yang sering ditemui di kehidupan sehari hari:

  • Jaket kain
  • Hoodie
  • Sweeter
  • Syal
  • Mainan anak
  • Bungkus bantal
  • Selimut
  • Baju
  • Rok
  • Topi musim dingin dan lain sebagainya

feature image by https://www.forever21.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *