8 Jenis kain Tenun dan daerah asalnya

Selain batik Indonesia juga memiliki kain tenun sebagai salah satu kain tradisional yang perlu dilestarikan. Jenis kain tenun ini terlihat sangat indah dan sangat khas. Hal ini dikarenakan pembuatan kain tenun yang dilakukan secara manual.

Saat ini pembuatan kain tenun telah banyak digantikan oleh mesin. Namun, tentu saja kualitas kain tenun yang dibuat secara manual dan mesin memiliki perbedaan. Kain tenun juga dijual dengan harga yang cukup tinggi mengingat cara pembuatannya yang susah dengan keunikan motif tenun.

Seperti apa kain Tenun?

Kain tenun merupakan jenis kain yang terbuat dari serat kain dengan cara membuat pola yang saling menyilang antara dua benang dari dua arah yang berbeda. Benang-benang tersebut akan saling menganyam antara satu dengan yang lain dengan letak yang cenderung lurus. 

Advertisements

Kain tenun bisa dibuat menggunakan alat tenun tangan atau manual serta alat tenun listrik.

Ciri atau Karakteristik kain Tenun

Kain tenun adalah salah satu kain tradisional kebanggan Indonesia. Saat ini kain tenun yang dibuat oleh mesin bisa diperoleh dengan mudah, namun banyak juga penjual yang menjual jenis kain katun yang kurang berkualitas. 

Untuk menghindari hal tersebut, Anda perlu mengetahui karakteristik dari kain tenun, yaitu:

Advertisements
  • Kain tenun memiliki tekstur yang halus saat disentuh menggunakan tangan atau permukaan kulit.
  • Kerapatan kain antar benang satu dan dengan benang lainnya bisa dikatakan sangat baik.
  • Motif yang dihasilkan sangat khas dan realistis, terutama kain tenun yang dibuat secara manual bukan menggunakan mesin.
  • Kain tenun dijual dengan harga yang tinggi sesuai dengan kesulitan pengerjaannya.

Kelebihan dan kekurangankain Tenun

Saat ini beberapa jenis kain tradisional Indonesia cukup sulit ditemukan, karena banyak digantikan dengan jenis kain lainnya. Walaupun begitu kain tradisional termasuk kain tenun memiliki keunggulan yang tidak dapat ditemukan pada jenis kain lainnya. Berikut kelebihan dari kain tenun, yaitu:

  • Kain tenun tergolong sebagai jenis kain yang berkualitas tinggi dan bagus.
  • Kain tenun memiliki nilai estetika yang tinggi, karena motif kain yang sangat beragam dan terlihat indah.
  • Kain tenun memiliki daya tahan yang baik, karena benang yang digunakan terjalin dengan kuat.

Selain memiliki kelebihan atau keunggulan, kain tenun juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut kekurangan kain tenun yang perlu diketahui, yaitu:

  • Kualitas kain yang bagus membuat kain tenun dijual dengan harga yang mahal dan tergolong tinggi. Oleh karena itu, jenis kain tenun terutama yang dibuat secara manual ditargetkan untuk menarik perhatian masyarakat golongan menengah ke atas.
  • Kain tenun yang dibuat secara manual, terutama jenis kain tenun dengan motif yang rumit memerlukan waktu yang lama dalam proses pengerjaan kain sampai selesai.
  • Kain tenun yang dibuat secara manual mulai sulit ditemukan, hal ini berhubungan dengan pembuatan kain yang banyak menggunakan mesin otomatis.

Harga Kain Tenun

Umumnya, kain tenun dijual per lembar dengan harga mulai dari ratusan ribu. Tenun endek Bali polos dijual dengan harga sekitar Rp225.000 per lembar. Terdapat juga kain tenun motif Bali yang dijual dengan harga sekitar Rp650.000 per lembar.

Bahkan untuk beberapa jenis kain tenun yang proses pembuatannya sangat rumit bisa dijual dengan harga yang cukup fantastis. Kain tenun tersebut biasanya dibeli dan digunakan oleh orang penting atau tokoh masyarakat.

Jenis Kain Tenun

Terdapat banyak jenis kain tenun yang ada di Indonesia. Setiap daerah di Indonesia memiliki jenis tenun yang beragam dengan keunikannya masing-masing. Berikut jenis kain tenun yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  1. Tenun ulos

Tenun ulos ini berasal dari Sumatera Utara yang biasanya digunakan untuk acara formal. Ulos biasanya dipakai sebagai sarung atau selendang dalam adat Batak. Karakteristik dari ulos adalah berwarna merah, coklat, dan hitam. Beberapa ulos juga memiliki aksen berwarna emas dan perak.

  1. Tenun lurik

Tenun lurik berasal dari Yogyakarta dan daerah di Jawa Tengah. Pada zaman dahulu tenun lurik dibuat secara manual tanpa mesin. Namun, karena permintaan pasar yang meningkat dan jenis tenun lurik semakin terkenal maka produksi kain tenun lurik banyak dibuat menggunakan mesin. 

Advertisements

Motif dari tenun lurik adalah garis-garis dengan warna benang yang cukup solid.

  1. Tenun Toraja

Motif dari tenun Toraja menggambarkan keindahan dari tanah Toraja. Selain itu, tenun Toraja juga dipakai untuk menunjukkan status sosial masyarakat. Umumnya, kain tenun ini dipakai dalam upacara formal.

  1. Tenun Sumba

Untuk menghasilkan tenun Sumba diperlukan waktu yang sangat lama. Pembuat tenun Sumba bisa memakan waktu sekitar 4 bulan sampai menahun. Terdapat beragam motif tenun Sumba yang dibuat oleh pengrajin. 

Umumnya, motif tenun Sumba terinspirasi dari hewan dengan makna yang berarti.

  1. Tenun Siak

Tenun Siak bisa juga disebut sebagai songket Siak. Kain tenun ini berasal dari Riau. Awalnya jenis tenun Siak ini hanya bisa digunakan oleh bangsawan Siak. Ciri-ciri motif tenun Siak adalah terdapat motif hewan dan tumbuhan.

  1. Tenun Ikat Troso

Tenun ikat Troso berasal dari Jawa Tengah yaitu daerah Jepara, tepatnya desa Troso. Terdapat beragam motif dari tenun Troso yang dapat Anda temukan. Motif tenun mulai dari motif tradisional sampai motif yang terlihat modern serta kontemporer.

  1. Tenun Baduy

Tenun Baduy berasal dari daerah Banten. Motif khas dari tenun Baduy adalah motif garis-garis yang cukup rumit dan motif ini terinspirasi dari alam.

  1. Tenun Garut dan Sukabumi

Tenun jenis ini berasal dari Jawa Barat. Umumnya karakteristik dari tenun Garut dan Sukabumi memiliki motif yang geometris.

Perbedaan kain tenun dengan kain songket

Terdapat kain tenun yang dikenal sebagai tenun ikat. Walaupun kain tenun ikat dan songket secara sekilas terlihat sama, tetapi ada beberapa perbedaan antara kedua kain tersebut. Kain tenun ikat biasanya dibuat menggunakan benang kapas atau sutera. 

Benang tersebut akan dipintal, diikat, serta dicelupkan ke pewarna kain sebelum ditenun. Semantara itu, songket dibuat dari kombinasi beberapa benang, yaitu benang katun, benang emas, dan benang perak.

Dari segi waktu pengerjaan, kain tenun ikat dapat diselesaikan dalam waktu paling cepat kira-kira 3 minggu. Semenatara itu, kain songket baru bisa diselesaikan dalam waktu satu sampai tiga bulan tergantung dari kesulitan motif yang dibuat.

Kain tenun ikat dibuat menggunakan alat tenun semi otomatis. Hal ini terlihat dari penganyaman benang dengan bantuan dari alat mekanis sederhana yang dapat digerakkan menggunakan kaki. Kain songket dibuat menggunakan alat yang lebih tradisional dari kayu dalam posisi duduk. 

Teknis pembuatan songket juga masih sangat manual dan rumit.

Contoh penggunaan

Kain tenun memiliki karakteristik yang lebih kaku dan ketat. Jenis kain katun cocok untuk dibuat menjadi pakaian yang memiliki model lipatan. Contoh pakaian yang dapat dibuat menggunakan kain tenun adalah kemeja dan celana panjang.

Untuk pakaian perempuan, rok dari kain tenun juga menjadi salah satu pakaian favorit. Rok dari bahan tenun biasanya dipadukan dengan kebaya untuk menghadiri acara resmi. Selain itu, kain tenun juga bisa dibuat menjadi blouse atau atasan wanita dan dress yang menawan.

Dulu penggunaan kain tenun memang cukup terbatas, berbeda dengan sekarang. Saat ini berbagai jenis kain tenun bisa dimanfaatkan menjadi macam-macam pakaian yang terlihat menawan dengan ciri kain tenun yang sangat khas dibandingkan dengan kain pada umumnya.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *