Inilah 7 Penyebab utama jarum jahit sering sering patah

hal yang membuat jarum sering patah

Jarum jahit patah memang sangat wajar karena jarum salah satu alat berukuran kecil yang bekerja terus menerus. Namun akan tidak wajar ketika jarum yang kita gunakan sering sekali patah bahkan baru di ganti sudah patah lagi.

Normalnya jarum bisa bertahan sampai 2 minggu lebih jika mesin dipakai terus menerus bahkan saya sendiri jarang sekali mengganti jarum. Bisa sampai 1 sampai 3 bulan tidak pernah mengganti jarum. Karena mesin jahit normal dan jarum yang digunakan berkualitas.

Nah kali ini admin akan membahas faktor yang membuat jarum jahit sering patah menurut pengalaman pribadi.

7 penyebab jarum jahit sering sering patah

Berikut ini 7 faktor umum yang membuat jarum patah terus. Baca terlebih dahulu sebelum memanggil teknisi mesin jahit.

1. Pemasangan jarum kurang pas

Coba di cek pada pemasangan jarum, apakah jarum sudah pas apa belum. Pemasangn jarum tidak boleh miring terbalik atau terlalu kebawah.

Yang paling sering adalah letak jarum terlalu kebawah sehingga akan terkena sarangan atau hook rotary dan ini menyebabkan jarum bergesakan bahkan bisa menabrak hook dan jarum akan patah.

2. Jarum terbalik

Memasang arum secara terbalik juga membuat jarum menjadi patah. Pastikan ujung jarum yang memiliki cekungan berada di posisi sebelah kanan.

foto jarum jahit

3. Ukuran jarum tidak sesuai

Sesuaikan kain yang kamu jahit dengan jarumnya. Kebanyakan penjahit menggunakan ukuran jarum 14 karena lebih fleksibel namun jika kain tebal biasnaya jarum tidak tahan lama.

Jadi jika sering menjahit bahan tebal dan kuat gunakan jarum yang sesuai.

4. Jarum sudah tumpul

Jarum yang tumpul juga membuat jarum bisa patah, selain patah hasil jahitan biasanya kurang bagus.

Jika jarum patah karena sudah tumpul cukup mengganti jarum masalah sudah teratasi.

5. Kamu adalah penjahit pemula

Pemula bisanya lebih banyak menghabiskan jarum jahit dari pada penjahit profesional, kenapa?

Karena biasanya penjahit pemula tangannya masih kaku sehingga kadang tidak sengaja sering menarik kain yang di jahit.

Nah jika terlalu sering di tarik posisi jarum tidak akan pas ke lubang sarangan dan hal ini membuat jarum akan bergesekan di lubang sarangan. Tak butuh waktu lama pasti jarum akan patah.

penjahit pemula

Di tahap ini kamu harus banyak belajar dan banyak praktek agar tangan terbiasa dengan irama mesin jahit.

6. Jarum tidak berkualitas

Selain berpengaruh pada hasil jahitan, kualitas sebuah jarum juga sangat mempengaruhi umur. Jika jarum mesin jahit kamu sering patah kemungkinan kamu menggunakan jarum bawaan mesin jahit atau jarum yang tidak berkualitas.

Usahakan selalu menggunakan jarum yang berkualitas, karena jarum lebih kuat, tidak gampang karat, benang tidak sering putus dan tentunya jarum tidak gampang patah.

Jarum yang memiliki kualitas bagus memiliki tampilan lebih kinclong dan sebaliknya jarum tidak berkualitas, badan jarum agak kusam.

7. Timing yang kurang tepat

Yang terakhir adalah timing kurang pas. Apa itu?

Perlu kamu ketahui antara benang dan hook rotary dam bergerak harus memiliki irama yang pas. Jika tidak pas maka jarum bergesekan bahkan tidak bisa masuk ke sarangan atau lubang jarum di hook rotary.

Akhirnya jarum bertabrakan dengan badan hook yang menimbulkan jarum patah.

Nah kakus ini sama seperti jarum terlalu kebawah, namun jika jarum terlalu kebawah cukup digeser ke atas saja. Sedangkan jika timing kurang pas kita harus menyetel hook rotary. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh pemula harus dilakukan oleh orang yang terbiasa dengan mesin jahit.

Timing bisa bermasalah? coba ingat apakah kamu pernah mengotak-atik bagian hook. Jika iya berarti itulah penyebabnya jika tidak pernah berarti baut hook rotary agak kenodor sehingga membuat posisi agak bergesr.

Inilah yang dinamakan hook rotary:

hook-rotary

pict by alibaba.com

Penting:

Hati-hati patahan jarum, jangan di anggap remeh karena beberapa kasus jarum patah dan bisa mental sampai ke mata.

Leave a Reply